
Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis
Rapi mengelola kantor, sigap melayani bisnis.
Tentang Keahlian
Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis merupakan konsentrasi keahlian yang mempersiapkan murid untuk mengelola pekerjaan administrasi perkantoran dan layanan bisnis secara profesional — meliputi kearsipan, korespondensi, pengelolaan sumber daya kantor, sampai layanan kepada pelanggan.
Pembelajaran menekankan ketertiban kerja, komunikasi, dan pemanfaatan teknologi perkantoran digital yang kini menjadi standar di tempat kerja modern.
Pengalaman belajar diperkuat melalui praktik di ruang kerja sekolah, seperti business center dan unit layanan, serta kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDIKA).
Dukungan Industri
Mitra penguat kompetensi
Daftar mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDIKA) untuk konsentrasi keahlian ini sedang dalam peninjauan dan akan ditampilkan setelah data resmi dari sekolah tersedia.
Didukung Guru Berpengalaman Industri
Kualitas pembelajaran diperkuat oleh guru yang memiliki pengalaman magang langsung di berbagai bidang industri, meliputi:
Daftar guru beserta pengalaman industri pada konsentrasi keahlian ini sedang dalam peninjauan dan akan ditampilkan setelah data resmi dari sekolah tersedia.
Profil Lulusan
Karakter Lulusan ASSIK
- Adaptif
- Sopan
- Santun
- Inisiatif
- Kompeten
Lulusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis SMKN 1 Tempel dipersiapkan menjadi tenaga kerja yang tertib, komunikatif, dan terampil dalam mengelola administrasi serta melayani kebutuhan bisnis secara profesional.
Peluang Karier Lulusan
Lulusan memiliki peluang untuk berkarier di berbagai bidang dan posisi, antara lain:
- Sekretaris
- Staf Administrasi
- Staf Kearsipan
- Staf Resepsionis
- Staf Hubungan Pelanggan
- Staf Operasional Kantor
- Staf Personalia
Lulusan juga memiliki peluang untuk mengembangkan kewirausahaan di bidang jasa administrasi dan layanan perkantoran.
Melalui pengalaman belajar yang terhubung dengan industri, lulusan dibekali kemampuan teknis, digital, komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah, dan budaya kerja industri — sehingga memiliki bekal untuk bekerja, melanjutkan pendidikan, memperoleh sertifikasi, maupun mengembangkan diri sesuai kebutuhan dunia kerja.